kultur artemia

Cara Kultur Artemia

Artemia adalah sejenis udang mikroskopik yang biasa digunakan sebagai pakan hidup, baik untuk udang tambak maupun ikan hias. Tidak seperti pakan hidup lain yang tinggal dibeli di toko, artemia perlu ditetaskan dahulu sebelum dapat diberi ke ikan atau udang. Lantas pertanyaannya adalah; bagaimana cara kultur artemia yang baik dan benar?

Artemia adalah sejenis udang mikroskopik yang biasa digunakan sebagai pakan hidup, baik untuk benur, ikan hias, maupun udang tambak.

Ukurannya yang kecil dan kandungan nutrisinya yang lengkap membuat Artemia menjadi salah satu pilihan pakan hidup yang banyak digunakan, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pada fase awal pertumbuhan.

Tidak seperti pakan hidup lain yang tinggal dibeli di toko, artemia perlu ditetaskan dahulu sebelum dapat diberi ke ikan atau udang. Lantas pertanyaannya adalah; bagaimana cara kultur artemia yang baik dan benar?

Alat dan bahan yang perlu disiapkan;

  • Kontainer penetasan (tangki untuk >100 Liter / botol untuk 500-1000mL)
  • Aerator
  • Selang
  • Air
  • Garam (kecuali pakai air laut)
  • Artemia
  • Lampu
  • Pengecek pH
  • Pengecek salinitas
  • Timbangan

Dibawah adalah tahap untuk kultur artemia skala kecil (1-3 gram).

Tahap-Tahap Kultur

ALAT TETAS ARTEMIA PAKET LENGKAP Transparan - Aqualife

Pertama kita perlu mempersiapkan kontainer untuk menetaskan artemia seperti gambar diatas yang sudah dilengkapi tutup dengan konektor yang memungkinkan hubungan dengan aerator untuk aerasi maksimal.

Aerator seperti gambar dibawah diperlukan untuk memastikan kadar oksigen terlarut tetap tinggi, dan selang untuk menghubungkan aerator dengan kontainer.

Pencahayaan juga penting untuk menstimulasi aktivitas penetasan, cahaya diatas 1000 lux membantu keserentakan penetasan dan meningkatkan keseragaman munculnya nauplii. Sedangkan cahaya yang kurang dapat menunda atau mengurangi persentase penetasan.

Masukkan air tawar 500ml untuk satu gram artemia ke dalam kontainer, pastikan suhu air diantara 28-30C, sebab bila dibawah angka tersebut maka hatching cenderung lebih lambat, dan bila diatas angka tersebut dapat menyebabkan stres dan akan menurunkan viabilitas.

Diperlukan salinitas diantara 25 dan 30 ppt, bila air 500ml maka perlu dimasukkan garam sekitar 15 gram. Kami merekomendasikan HCS+ (Hatching Condition Salt) yang telah diperuntukkan khusus kultur artemia dengan kemurnian garam yang tinggi.

Untuk air tawar satu liter, bisa ditambahkan artemia 2-3 gram, dan garam 30 gram.

HCS (HATCHING CONDITION SALT) GARAM KHUSUS ARTEMIA - Aqualife

Level pH yang optimal berada di antara delapan dan sembilan, dimana proses enzimatik yang terlibat dalam pemecahan cangkang dan perkembangan embrio bekerja secara efisien. Jika pH terlalu rendah, aktivitas enzim dapat terhambat dan melambatkan penetasan.

Setelah melakukan pengecekan bahwa;

  1. Level pH di antara 8 dan 9,
  2. Salinitas di antara 25 dan 30 ppt,
  3. Suhu air di antara 28 dan 30 celsius,
  4. Pencahayaan di atas 1000 lux, dan
  5. Aerasi berjalan.

Maka artemia siap dimasukkan, dan bila kondisi di atas terjaga akan menetas setelah sekitar 24 jam.

Tahap-tahap panen

Dengan alat tetas dilengkapi tutup konektor yang kami jual, konektor dapat ditutup lalu aerator dimatikan, setelah itu selang penghubung dapat dicabut dari aerator dan dipindahkan ke kontainer lain untuk memisahkan cyst dengan nauplii.

Bila menggunakan EG Artemia Sep-art D-fense maka cyst dapat menempel kepada magnet karena dilapisi ferrum, dan dengan melalui magic pipe sebelum ke kontainer artemia dapat dipisah dengan mudah.

Bila menggunakan artemia lain, maka perlu dipisah secara manual dengan menggelapkan satu sisi kontainer karena nauplii tertarik dengan cahaya dan akan bergerak ke sisi yang terang dan bisa di ambil dari situ.

Artemia siap disimpan dengan tabung centrifuge atau langsung diberikan ke ikan/udang.