Artemia adalah sejenis udang mikroskopik yang biasa digunakan sebagai pakan hidup, baik untuk udang tambak maupun ikan hias.
Ukurannya yang kecil dan kandungan nutrisinya yang lengkap membuat Artemia menjadi salah satu pilihan pakan hidup yang banyak digunakan, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi pada fase awal pertumbuhan.
Sebagai makhluk hidup, Artemia membutuhkan kondisi lingkungan yang sesuai agar dapat tetap bertahan hidup. Jika tidak dirawat dengan benar, Artemia dapat mati dalam waktu relatif singkat.
Salah satu cara praktis untuk memperpanjang daya simpan artemia setelah ditetaskan adalah dengan menyimpannya di dalam kulkas.
Suhu dingin akan membuat aktivitas dan metabolisme Artemia menjadi sangat rendah sehingga Artemia berada dalam kondisi tidak aktif atau seolah-olah “pingsan” sementara.
Dengan cara ini, Artemia tidak perlu dirawat secara intensif selama masa penyimpanan dan dapat bertahan selama kurang lebih dua hari, tergantung kondisi Artemia, suhu penyimpanan, serta kebersihan wadah.
Hal-hal yang terjadi pada naupli artemia selama di dalam kulkas (suhu sekitar 4–10°C):
- Metabolisme melambat: Suhu dingin membuat naupli bergerak sangat lambat atau tampak tidak bergerak (koma sementara). Hal ini menghemat energi mereka.
- Kandungan nutrisi terjaga: Karena tidak banyak bergerak, naupli tidak cepat menghabiskan cadangan kuning telur (yolk sac) mereka. Ini membuat nilai nutrisinya tetap tinggi (terutama protein dan asam lemak) saat diberikan ke burayak/anak ikan.
- Masa hidup bertambah: Di suhu ruang, naupli artemia biasanya hanya bertahan dan tetap bernutrisi tinggi selama 12–24 jam setelah menetas. Dengan disimpan di kulkas, mereka bisa bertahan hidup hingga 24 sampai 48 jam (1–2 hari).
- Risiko kematian massal: Jika disimpan lebih dari 48 jam, naupli akan mulai mati secara massal karena kehabisan energi dan kekurangan oksigen.
Tips Menyimpan Naupli Artemia di Kulkas:
- Saring dan bersihkan: Pisahkan naupli dari cangkang dan air kultur yang kotor, sangat dianjurkan gunakan EG Artemia & Magic Pipe/magnet dari aqualife.id.
- Simpan di chiller/rak bawah: Jangan taruh di freezer karena membekukan mereka secara langsung dalam air akan mematikan sel-sel tubuhnya (kecuali jika Anda berniat membuat artemia beku mati).
- Aerasi sebelum diberikan: Saat ingin memberi makan ikan, ambil naupli secukupnya dan biarkan di suhu ruang selama beberapa menit dan aerasi sampai mereka aktif bergerak kembali.
Sebelum dimasukkan ke dalam kulkas, Artemia dapat dibagi terlebih dahulu ke dalam tabung centrifuge.

sumber: aqualife.id
Penggunaan tabung centrifuge memudahkan pembagian Artemia dalam porsi yang lebih terukur dan konsisten.
Tabung ini memiliki tanda atau skala volume dalam satuan mililiter (mL), sehingga jumlah Artemia yang disimpan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemberian pakan.

sumber: aqualife.id
Pembagian dalam tabung juga membuat proses penyimpanan menjadi lebih praktis.
Artemia dapat dipisahkan menjadi beberapa porsi sesuai kebutuhan, sehingga saat akan digunakan, cukup mengambil satu tabung tanpa harus membuka dan mengambil Artemia dari satu wadah besar berulang kali.
Cara ini juga dapat membantu menjaga kebersihan dan mengurangi risiko kontaminasi selama penyimpanan.
Dengan pembagian porsi menggunakan tabung centrifuge dan penyimpanan pada suhu dingin, penanganan Artemia menjadi lebih mudah, rapi, dan efisien.
Metode ini dapat membantu mengurangi Artemia yang terbuang sekaligus memudahkan pemberian pakan sesuai kebutuhan udang atau ikan.

sumber: aqualife.id




