Meski sama-sama diminati, guppy dan cupang sebenarnya adalah dua ikan yang sangat berbeda. Kalau kamu sedang mempertimbangkan salah satunya, artikel ini bisa jadi panduan yang tepat sebelum memutuskan.
Dari Mana Asalnya?

Sumber : Molly Jaya
Secara ilmiah, ikan guppy (Poecilia sp.) masuk ke dalam kelompok ordo Cyprinodontiformes dan berkerabat jauh dengan ikan mas. Ikan ini pertama kali ditemukan di kawasan Amerika Tengah dan Selatan, namun kini penyebarannya sudah sangat luas hingga ke Asia, termasuk Indonesia.
Berbeda halnya dengan ikan cupang (Betta sp.) yang merupakan anggota ordo Perciformes dan asli dari kawasan Asia Tenggara. Bahkan Indonesia punya kebanggaan tersendiri — terdapat spesies cupang endemik bernama Betta burdigala yang hanya bisa ditemukan di Pulau Bangka (Syarif dkk., 2020). Fakta ini menjadikan cupang bagian dari warisan keanekaragaman Indonesia.
Bagaimana Perilakunya?
Guppy adalah ikan yang ramah dan sosial, ia justru akan merasa lebih nyaman ketika hidup bersama kawanannya dalam satu akuarium. Tidak ada drama, tidak ada perkelahian. Itulah mengapa guppy sering direkomendasikan sebagai ikan pertama bagi pemula.

Sumber : Malang Hits
Cupang, sebaliknya, punya temperamen yang jauh lebih “panas.” Ikan ini sangat menjaga wilayahnya dan tidak segan menyerang ikan lain yang dianggap sebagai ancaman, terutama sesama jantan. Oleh karena itu, cupang hampir selalu dipelihara sendiri dalam wadah terpisah. Bahkan ketika dua akuarium cupang diletakkan bersebelahan, banyak penghobi yang sengaja memasang sekat buram di antara keduanya agar cupang tidak saling melihat, karena sudah cukup untuk memantik perkelahian.
Bagaimana Cara Merawatnya?
Dari segi perawatan, keduanya memang tidak membutuhkan keahlian khusus. Namun tetap ada perbedaan penting yang perlu diperhatikan.
Ikan guppy dikenal sangat produktif dalam berkembang biak. Sebagai ikan vivipar, guppy melahirkan puluhan bahkan ratusan burayak sekaligus dalam satu waktu. Tantangannya justru ada pada tahap awal kehidupan burayak ini — mereka butuh pakan burayak yang bergizi tinggi agar bisa tumbuh dengan baik. Di sinilah artemia berperan penting. Artemia atau brine shrimp adalah pakan alami berbentuk udang renik yang kaya protein dan lemak esensial, sangat ideal untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan warna burayak guppy. Bagi yang ingin solusi lebih praktis, EG Artemia hadir sebagai pilihan yang tidak kalah bergizi, bisa langsung diberikan ke burayak kapan pun dibutuhkan.
Untuk ikan cupang, urusan aerasi justru bukan hal yang perlu dikhawatirkan. Cupang memiliki organ labirin yang membuatnya mampu bernapas langsung dari permukaan air, sehingga aerator bukanlah keharusan. Yang perlu lebih diwaspadai adalah kondisi air yang rentan terhadap pertumbuhan bakteri dan jamur yang bisa membuat sirip cupang rusak dan kehilangan keindahannya. Solusi yang sudah lama dipercaya para penghobi adalah dengan menambahkan daun ketapang ke dalam air. Kandungan taninnya secara alami bisa menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur, sekaligus menciptakan kondisi air yang menyerupai habitat asli cupang di alam.
Berapa Harganya?
Soal harga, keduanya punya rentang yang sangat beragam sehingga bisa menyesuaikan dengan anggaran siapa pun.
Ikan guppy bisa ditemukan dengan harga mulai dari Rp4.000 untuk jenis umum, hingga Rp3.000.000 untuk varietas premium. Harga yang terjangkau di segmen bawah menjadikan guppy sebagai pilihan yang ramah di kantong, terutama bagi pemula yang baru ingin mencoba hobi ini.
Ikan cupang memiliki kisaran harga yang lebih tinggi, yakni mulai dari Rp50.000 hingga Rp20.000.000 per ekor. Harga yang fantastis biasanya mencerminkan kualitasnya mulai dari warna yang unik dan langka, sirip yang panjang serta simetris sempurna, atau berasal dari jenis-jenis eksklusif yang diminati kolektor.
Baik guppy maupun cupang, faktor-faktor seperti jenis, warna, ukuran, usia, dan kondisi fisik ikan akan sangat mempengaruhi harga jualnya di pasaran.
Jadi, Mana yang Lebih Cocok Untukmu?
Guppy dan cupang masing-masing punya daya tarik yang berbeda dan tidak bisa begitu saja dibandingkan mana yang lebih baik — semua kembali ke preferensi dan gaya memelihara masing-masing orang.
Kalau kamu menyukai akuarium yang hidup dengan banyak ikan berwarna-warni berenang bersama, guppy adalah jawabannya. Tapi kalau kamu lebih suka fokus merawat satu ikan dengan pesona dan karakter yang kuat, cupang bisa menjadi teman yang memukau.
Apapun pilihanmu, pastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi ya!
Rahasia para profesional untuk Ikan Cupang dan Discus Juara!
Pastikan asupan Astaxanthin 10% terpenuhi agar warna merah ikan Anda tajam dan merata. Cocok untuk semua jenis ikan hias


Beli Astax Plus disini
Sumber: Fakultas Perikanan dan Kelautan – Unair



